Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pasar yang besar serta salah satu dari dua puluh kekuatan ekonomi besar dunia (G20). Sebagai negara berkembang, Indonesia memerlukan investasi untuk mengembangkan kekuatan ekonomi yang didukung dengan kebijakan stratgis. Kebijakan pegelolaan sector keuangan negara menjadi bagian penentu percepatan laju pertumbuhan ekonomi Negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa bulan terakhir keuangan Negara menjadi sorotan utama beberapa ekonom, alasannya tidak lain karena utang luar negeri naik mencapai 4.000 triliun, "Peningkatan utang terus berlanjut hingga APBN 2018 bulan Februari menembus angka Rp 4.034,8 triliun dan pada APBN 2018 mencapai Rp 4.772 triliun," INDEF (kompas.com). kondisi ini kemudian menimbulkan perdebatan berbagai kalangan (politisi, ekonomi dan masyarakat) sendiri. Maka dari itu penulis tergerak untuk sekedar memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap utang luar negeri yang naik ?...
Alhamdulillah
Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena telah memberikan
kami sehat jasmani dan rohani untuk pengerjaan tugas makalah ini dan selesai
pada tepat waktunya. Dalam proses pengumpulan data dan penyusunan serta
peng-editan makalah kami ini, tidak lepas dari kerja team dan kekompakan
kelompok kami ini.
Adapun kadang kami mempunyai perbedaan pendapat akan
penyusunan makalah ini maka kami rundingkan secara musyawarah satu sama lain
untuk mengambil keputusan yang terbaik demi memaksimalkan susunan makalah yang
kami buat ini.
Kami sadar bahwa makalah yang kami buat ini mungkin
jauh dari kata sempurna. Maka dari itu kami mohon kritik dan sarannya jika ada
yang kurang atas makalah yang kami buat ini demi penyempurnaannya dan demi
membangun untuk dijadikan sebagai intropeksi diri untuk kami.
Semoga makalah kami ini bermanfaat bagi para
pembacanya.
Tangerang,
30 Mei 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah
Olahraga paling popular di dunia
adalah olahraga sepak bola, sepak bola sendiri adalah olahraga yang dimainkan
secara tim yang terdiri dari 11 orang pemain dalam satu tim dan memerlukan
lapangan yang relative luas untuk memeinkannya. Di Indonesia olahraga sepak
bola juga merupakan olahraga yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia hal
ini terbukti pada saat AFF CUP 2010 lalu digelar animo masyarakat terhadap
sepak bola sangatlah tinggi.
Di Indonesia olahraga sepak bola
merupakan olahraga yang tergolong mahal jika harus menyewa stadium. Namun
belakangan popular olahraga sepak bola dalam ruangan yang tidak kalah menarik
dan banyak peminatnya adalah olahraga futsal. Futsal adalah olaraga alternative
yang bisa dilakukan orang Indonesia ketika mereka ingin bermain sepak bola.
Futsal adalah olahraga sepak bola di
dalam ruangan yang di dalam satu tim terdapat 5 pemain dengan lapangan yang
relative kecil dengan ukuran 42×22 meter persegi untuk standart internasinal.
Di Indonesia olahraga futsal sangat banyak peminatnya dengan keterbatasan
lapangan yang tersedia maka bisnis penyewaan lapangan futsal merupakan peluang
bisnis yang sangat menjanjikkan.
Istilah futsal diambil dari bahasa
Spanyol dan Portugis, kata “FUTbol atau FUTebol” yang berarti “sepak bola”; dan
dari bahasa Perancis atau Spanyol, kata “SALon atau SALa” yang artinya “dalam
ruangan”. Jadi futsal sama dengan sepak bola dalam ruangan. Permainan ini
berasal dari Montevideo, Uruguay. Waktu itu, sekitar tahun 1930, Juan Carlos
Ceriani menyelenggarakan kompetisi sepak bola untuk kalangan remaja. Hanya saja
jumlahnya terbatas, masing-masing tim terdiri dari 5 pemain (termasuk penjaga
gawang). Tempatnya pun di lapangan basket yang beralaskan partikel kayu, bukan
rumput seperti sepak bola pada umumnya. Dari sinilah, futsal terus
menggelinding dengan cepat ke berbagai negara. Brasil merupakan satu-satunya
negara yang paling banyak memenangkan kejuaraan futsal.
Di tingkat internasional, timnas
futsal Indonesia mulai ikut kejuaraan Asia di Makau dan babak pra-kualifikasi
FWC 2004 di Taipei. Sedang di Olimpiade di Athena lalu, futsal masih menjadi
pertandingan exhibition. Dengan wajah berseri, pria yang biasa disapa Are ini
menambahkan, di Sea Games Thailand bulan Desember nanti, futsal sudah menjadi
cabang olahraga yang memperebutkan medali.
Di beberapa negara Asia, termasuk
Indonesia, mini soccer atau sepak bola di lapangan berukuran kecil pun sering
disebut futsal. Sebagian besar lapangan futsal di negeri kita pun menggunakan
rumput sintetis (artificial grass). Padahal, menurut aturan FIFA,lapangan
futsal seharusnya beralaskan karpet, karet atau partikel kayu. Itu sebabnya,
BFN memakai karpet untuk penyelenggaraan liga.
1.3 Tujuan
Penulisan
Tujuan dibuatnya tulisan yang kami buat ini antara
lain yaitu :
a) Memenuhi nilai tugas
mata kuliah kewirausahaan.
b) Mengetahui cara
membuat studi kelayakan bisnis yang berpeluang besar di zaman modern ini.
c) Dapat memperkirakan
anggaran yang dibutuhkan untuk membuat sebuah bisnis.
d) Mengetahui apa saja yang
diperlukan untuk mendirikan sebuah bisnis.
1.4 Manfaat
Penulisan
Dari penulisan paper kami ini ada beberapa manfaat
yang bisa didapat, antara lain :
a) Mendapat nilai tugas
mata perkuliahan kewirausahaan dari dosen pembimbing.
b) Dapat menambah
wawasan mengenai dunia bisnis.
c) Mengetahui
usaha penyewaan lapangan futsal layak untuk di jalankan dan dikembangkan
atau tidak.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Jenis Lapangan Futsal
Perbedaan lapangan futsal terletak pada ukuran lapangan. Panjang lapangan
futsal nasional berkisar antara 25m-42m dan lebarnya 15m-25m; sementara untuk
pertandingan internasional panjangnya 38m-42m dengan lebar 18m-22m. Di beberapa
futsal center, ukuran lapangannya cuma disesuaikan dengan luas lahan yang
ada.Futsal pun menggunakan bola, sepatu, dan peraturan yang berbeda dengan
sepak bola.
Tapi gaya bermain futsal sering
masih mengikuti gaya sepak bola pada umumnya. Akibatnya, pelanggaran seperti
tackle atau body charge acap ditemukan. Mungkin, penggunaan rumput sintetis ini
ditujukan untuk mengakomodasi gaya sepak bola konvensional yang dianut para
pemain futsal kita. Asal tahu saja, Ronaldinho, pemain asal Brasil yang saat
ini memperkuat klub Barcelona, tadinya juga pemain futsal sebelum dia terjun ke
sepak bola profesional. Futsal skill mengolah bola dan rotasi posisi dengan
cepat di area yang sempit.
Memang sangat cocok untuk belajar
Pertumbuhan bisnis futsal di Indonesia sangat signifikan, kalau boleh dibilang
ruarr biasa. Bukan cuma di Jakarta. Di Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan,
Palembang, Makassar, dan kota-kota besar lain, lapangan futsal bermekaran
laksana puspa di musim semi. Futsal menjadi jawaban atas sempitnya lahan
bermain di daerah perkotaan. Saat ini, banyak lahan kosong dan lapangan
olahraga lain yang berubah wajah menjadi lapangan futsal. Lapangan itu tidak
hanya dimiliki oleh Pemda melalui gedung-gedung olahraga (GOR), tapi makin hari
makin banyak pula pengusaha yang mencoba terjun ke bisnis ini. Gurihnya bisnis
futsal juga dirasakan oleh PT Premium Interindo (PI), penyedia perlengkapan
futsal. Ordernya datang dari Jakarta, Palembang dan juga Makassar. Menurut Tony
S. Tanuwidjojo, Business Unit Manager PI, investasi untuk satu lapangan futsal
dengan kualitas material dari Eropa sekitar Rp 250 juta. Angka ini belum
termasuk biaya untuk konstruksi dan fasilitas pendukung seperti kafe,shower,
toilet dan locker.
Kualitas lapangan sangat ditentukan
oleh jenis rumput sintetisnya. Rumput sintetis menyedot biaya sebesar 70%,
kemudian 20% untuk tali dan gawang serta 10% untuk biaya pemasangan dan
lainnya. Merek rumput sintetis seperti Domo dari Belgia dan Fieldturf dari
Perancis bisa awet hingga 5 tahun lebih untuk penggunaan lapangan yang rutin.
Rupanya bukan cuma produk elektronik dan motor yang diserbu oleh produk China.
Rumput sintetis pun ikut diinvasi. Parksform adalah salah satu merek asal China
yang cukup banyak digunakan. Perbedaan produk Eropa dengan China terletak pada
kualitas yarn (benang) dan UV Stabilizer-nya. Tony berpendapat, produk China
hanya mampu bertahan sekitar 2-3 tahun.
Menyadari persaingan bisnis sangat
ketat, selain menjadi showroom perlengkapan futsal, PI juga menawarkan servis
tambahan berupa pemasangan dan konsultasi sebagai added value. Klien yang ingin
berinvestasi di bisnis indoor soccer akan diberikan konsultasi. Mulai dari
persiapan konstruksi, pemasangan jaring, rumput sintetis, pemeliharaaan sampai
memperkenalkan mereka ke Coaching Clinic untuk pembukaan kelas pelatihan.
“Dasar-dasar manajemen untuk bisnis ini juga kami konsultasikan, sehingga klien
yang mulanya belum ada gambaran, akan mendapatkan proyeksi income dan ROI
(return on investment) yang lebih jelas. Semuanya kami buat dalam simulasi komputer,“
papar Tony bersemangat.
2.2 Aspek Hukum
Bentuk pelaksanaan bisnis ini adalah
merupakan badan usaha perseorangan karena resiko dari usaha ini relative kecil
dan modal investasinya juga mampu 100% dari perseorangan. Legalitas dalam
bisnis merupakan hal yang sangat riskan. Dalam urusan legalitas bisnis lapangan
futsal tidak terlalu banyak mendapatkan masalah, karena biasanya jam usahanya
tidak akan mengganggu aktivitas warga sekitar sebab waktu usaha di mulai pukul
06-00 pagi – 21.00 malam. Untuk perizinan selanjutnya kepada pemerintah daerah
terkait dengan izin usaha, izin lokasi izin gangguan dan IMB.
2.3 Aspek Pasar &
Pemasaran
Penyewaan lapangan futsal merupakan
bisnis di bidang layanan jasa. Untuk prospek pasar kedepan bisnis lapangan
futsal sangat menjanjikan hal ini di karenakan kegemaran masyarakat akan
olahraga futsal sangat besar namun dengan keterbatasan area lapangan bisa
sangat menghambat terutama di daerah perkotaan, maka dari itu jasa menyedia
lapangan futsal sangat menjanjikkan.
Terkait dengan segmentasi pasar dari
lapangan futsal sendiri sangatlah luas yaitu meliputi remaja dan dewasa
laki-laki yang berusia berkisar antara 15-40 tahun. Namun tidak menutup
kemungkinan konsumen akan datang di luar segmen kami misalnya saja saat ini
banyak akademi-akademi futsal junior yang berusia di bawa15 tahun.
Persaingan dalam hal lapangan futsal
masih relative mudah dan pesaing belumlah banyak. Lapangan futsal di kota besar
cenderung lebih banyak dari pada di kota-kota kecil namun keseimbangan antara
penawaran dan permintaan masih sangat jauh selisihnya, untuk saat ini
permintaan akan lapangan futsal masih lebih besar dari pada penawaran. Jadi
untuk aspek pasar dan pemasaran bisnis lapangan futsal adalah layak karena
analisis permintaan pasar saat ini masih lebih besar dari pada penawaran.
2.4 Aspek Teknik Opersai &
Teknologi
Untuk aspek operasional dari bisnis
meliputi pemesanan lapangan yang bisa dilakukan secara manual datang ke tempat
langsung maupun melalu online jika memiliki website atau juga melalui hotline
melalui nomor telepon. Selain itu adalah perawatan peralatan dan perlengkapan
yang meliputi lapangan, gawang, bola, lampu penerangan, jaring serta toilet
yang bersih, dst. Sedangkan untuk biaya diperkirakan adalah 35% dari omset
keseluruhan usaha yang dijalankan.
2.5 Sistem Manajemen &
Organisasi
Manajemen dan organisasi bisnis
lapangan futsal relative sederhana dengan struktur organisasi yang flat dengan
seorang general manajer di bantu 1 bagian administrasi yang bertanggung jawab
mengenai urusan administrasi dan keuangan perusahaan dan 1 manajer pemasaran
yang mengurusi terkait pemasaran dan komunikasi pemasaran bisnis ini. Terkait
dengan karyawan/pegawai akan dihandle langsung oleh general manajer.
2.6 Aspek Sosial, Ekonomi, Politik
dan Budaya
Masyarakat Indonesia dikenal sebagai
masarakat yang memiliki animo yang sangat tinggi terhadap olahraga khususnya
sepakbola dan tidak menutup kemungkinan futsal. Keadaan budaya pekerjaan orang
Indonesia juga mendukung untuk lebih sering berolahraga, ambil contoh saja
seorang karyawan penjaga toko yang keseharianya dalam pekerjaanya adalah
dilakukan dengan posisi duduk. Secara naluri orang tersebut akan mengatakan
bahwasanya dia kurang bergerak dan berolahraga sehingga akan muncul
keinginanaya untuk olahraga. Dan di perkotaan tempat/lapangan kosong untuk
olahraga sangat sulit ditemukan sehingga banyak dari mereka akan datang ke
tempat-tempar penyewaan jasa lapangan. Saat ini lapangan futsal merupaakan jasa
penyewaan lapangan yang paling popular.
Politik di Indonesia saat ini sangat
carut-marut khususnya dalam bidang induk olahraga sepak bola PSSI yang sampai
saat ini belum jelas arah dan titik terangnya. Namun hal tersebut tidak banyak
berpengaruh pada animo masarakat terhadap olagraga yang dipermasalahkan tersebut.
2.7 Aspek Finansial
Biaya lain seperti jaring lapangan (netting) berkisar Rp 20-25 juta, sedang
sepasang gawang harganya Rp 3 juta. Jadi total investasi untuk sebuah lapangan
diperkirakan sekitar Rp 500 juta. Beberapa pengusaha di bisnis ini tidak
bersedia menyebutkan total nilai investasinya. Tapi mereka tidak menolak ketika
disodorkan angka 1,5-2 miliar untuk membangun sebuah futsal center dengan
kapasitas tiga lapangan. Menurut Ardy, setiap futsal center sebaiknya memiliki
minimal tiga lapangan agar lebih optimal. “Untuk tiga lapangan saja, baru bisa
break even point setelah dua tahun lebih,”.
Berikut adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan bila
anda berminta untuk membuat
sebuah Lapangan Futsal:
- Tentukan luas lokasi yang ingin dijadikan usaha membuat lapangan futsal sesuaikan dengan jumlah yang dibuat. Berikiut referensi ukuran satu lapangan futsal :
þ Ukuran
Umum :
Panjang 25 m – 45 m dan Lebar 15 m – 25 m
þ Ukuran Internasional : Panjang 38 m – 42
m dan Lebar 18 m – 22 m
- Tentukan anggaran yang diperlukan dalam membuat lapangan futsal. Berikut contoh anggran dalam membuat lapangan futsal ukuran 25 meter X 15 meter :
- Lapangan : þ Rumput Sintesis = Rp. 150.000.000
þ Vyneels
= Rp. 170.000.000
- Boal Futsal : 2 pcs @Rp. 150.000 = Rp. 300.000
- Rompi : 24 pcs @Rp. 20.000 = Rp. 480.000
- Lighting : 12 pcs @Rp. 900.000 = Rp. 10.800.000
- Tiang Lighting : 6 pcs @Rp. 450.000 = Rp. 2.700.000
- Total pembuatan lap. rumput sintetis = Rp 164.280.000
- Total pembuatan lap. Vyneels = Rp. 184.280.000
Keterangan :
a) Biaya pembuatan
lapangan futsal sudah termasuk biaya rumput, gawang, jaring gawang dan jaring
pengaman keliling lapangan. Harga sudah termasuk biaya pemasangan.
b) Lighting memakai daya
350 watt. Harga sudah termasuk kabel dan biaya pemasangan.
c) Tiang lighting
berukuran tebal 1,25 inch dengan tinggi 4 meter. Harga sudah termasuk biaya
pemasangan tiang.
Biaya
operasional/bulan
- Listrik Rp 1.500.000
- Air Rp 800.000
- Perlengkapan Rp 500.000
- Gaji manajer @ 1.500.000 Rp 4.500.000
- Gaji karyawan @ 500.000 Rp 3.000.000
- Lain-lain Rp 200.000
TOTAL
Rp 10.500.00
Estimasi keuntungan/bulan
- Sewa lapangan/jam Rp100.000x13jam=Rp1.300.000/harix30 hari = Rp 39.000.000
- Biaya operasional Rp10.500.000
Keuntungan
bersih/bulan
Rp 28.500.000
Untuk mencapai BEP dibutuhkan
164.280.000/28.500.000= ± 6 bulan
2.8 Hal-Hal Penting Dalam
Pembangunan Bisnis Futsal
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
pembuatan bisnis lapangan futsal :
- Bangunan dan alat :
1) Lokasi
dan bangunan (usahakan pilih tempat yang stategis dengan tempat umum yang ramai
orang-orang menengah keatas)
2) Bahan
lapangan : Lanatai semen (paling murah), ubin, parkit kayu, rumout alami dan
sintesis (lebih mahal)
3) Gawang,
bola, kaos tim (untuk disewakan) dan peralatan futsal lainnya
4) Jaring :
digunakan untuk pagar sekeliling lapangan
5) Kawat
baja : digunakan sebagai tiang pada jaring
6) cat putih
untuk membuat garis pembatas lapangan dan lingkar lapangan
7) spon/busa
digunakan kalau lapangan dekat dengan tembok untuk mengindari cedera pemain
8) Tempat
menunggu (jangan terlalu sempit, agar konsumen puas atas pelayanannya)
9) Tempat
parkir yang cukup luas (bila perlu gratis, biar banyak pengunjunggnya)
10) Jam, buku tamu dan peralatan
pendukung lainnya
11) Fasilitas hiburan seperti TV
kalau perlu PS, Timezone, dll (sebagai hiburan untuk menunggu dan bermain agar
terlihat eksklusif)
- Tentukan Harga Penyewaannya
Standar
umumnya untuk lapangan futsal rumput sintesis, biasanya berkisaran Rp. 50.000
s/d Rp. 140.000 keatas untuk outdoor dan Rp. 190.000 keatas untuk indoor.
Sebaiknya survey terlebih dahulu harga-harga lapangan futsal yang sudah ada
disekitar agar tercipta persaingan yang sehat.
- Nama Tempat Futsal
Poin ini
sederhana namun sangat menentukan. Nama perusahaan tidak hanya dipakai satu
atau dua periode saja, namun untuk selamanya. Oleh karena itu perlu pemikiran yang
cermat dalam menentukan nama perusahaan ini. Menurut Canon dan Wichert,
ciri-ciri nama yang baik adalah :
a) Pendek dan singkat
b) Sederhana
c) Mudah diingat
d) Mudah dieja
e) Enak dibaca
f) Studi kelayakan
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dilihat dari aspek pemasaran bisnis
di bidang jasa lapangan futsal sangat potensial dengan pasar yang luas dan
persaingan yang relatif tidak ketat. Untuk permodalan bisnis ini membutuhkan
modal yang cukup besar namun juga menjanjikan keuntungan yang sangat
menggiurkan. Untuk masalah aspek teknis dan SDM dalam bisnis ini tidak terlalu
berpengaruh namun aspek ini pun telah terpenuhi sehingga studi kelayakan bisnis
lapangan futsal mempunyai peluang besar untuk mendapatkan profit yang besar.

Comments