Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pasar yang besar serta salah satu dari dua puluh kekuatan ekonomi besar dunia (G20). Sebagai negara berkembang, Indonesia memerlukan investasi untuk mengembangkan kekuatan ekonomi yang didukung dengan kebijakan stratgis. Kebijakan pegelolaan sector keuangan negara menjadi bagian penentu percepatan laju pertumbuhan ekonomi Negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa bulan terakhir keuangan Negara menjadi sorotan utama beberapa ekonom, alasannya tidak lain karena utang luar negeri naik mencapai 4.000 triliun, "Peningkatan utang terus berlanjut hingga APBN 2018 bulan Februari menembus angka Rp 4.034,8 triliun dan pada APBN 2018 mencapai Rp 4.772 triliun," INDEF (kompas.com). kondisi ini kemudian menimbulkan perdebatan berbagai kalangan (politisi, ekonomi dan masyarakat) sendiri. Maka dari itu penulis tergerak untuk sekedar memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap utang luar negeri yang naik ?...
Istilah
Green Marketing (pemasaran hijau) sebagai
salah satu usaha strategis dalam menciptakan usaha yang berbasis lingkungan dan
kesehatan telah dikenal pada akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an. The American Marketing Asociate (AMA)
pada tahun 1975 mengadakan seminar pertama tentang “Ecological Marketing” dan seminar ini menghasilkan buku pertama
tentang pemasaran hijau (green marketing)
yang berjudul “Ekological Marketing”
(Hennion, Kinnear 1978), ada beberapa alasan mengapa perusahaan meningkatkan
pemakaian green marketing, salah satu alasan tersebut adalah organisasi
menerima enviromental marketing
menjadi suatu kesempatan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan-tujuannya Keller
1987, Shearer (1990), dalam M, Hermansyah (2013).
Green
marketing dideskripsikan sebagai
usaha organisasi/perusahaan mendesign, promosi, harga dan distribusi produk-produk
yang tidak merugikan lingkungan, Nanere, (2010) dalam M, Rahmansyah, (2013). Green marketing merupakan holistik, tanggung jawab strategik
proses manajemen yang mengidentifikasi,
mengantisipasi, memuaskan, dan memenuhi kebutuhan stakeholders
untuk memberi penghargaan yang wajar, yang tidak memerikan kerugian kepada manusia atau kesehatan lingkungan
alam, Charter (1992), dalam M, Hermansyah (2013).
American Marketing Associate (AMA)
mendefinisikan green marketing is the marketing of products that are presumed
to be environmentally safe (sebagai suatu proses pemasaran produk-produk
yang diasumsikan aman terhadap lingkungan). Polonsky, Rosenberger and Ottman
(1998), dalam M, Hermansyah (2013) dalam penelitiannya mendefinisikan green marketing sebagai “All activities designed to generate and facilitate
any axchange intended to satisfy human needs or wants, such that the satisfaction
of these needs and wants occurs, with minimal detrimental impact on the natural
environment” (Green marketing adalah konsistensi dari semua aktifitas yang mendesain
pelayanan dan fasilitas bagi kepuasan kebutuhan dan keinginan manusia, dengan
tidak menimbulkan dampak pada lingkungan alam).
Lozada (2000) dalam M, Rahmansyah,
(2013) mendefinisikan pemasaran hijau (green
marketing) sebagai aplikasi dari alat pemasaran untuk memfasilitasi
perubahan yang memberikan kepuasan organisasi dan tujuan individual dalam
melakukan pemeliharaan, perlindungan, dan konservasi pada lingkungan fisik. Sedangkan
Ottman, (2006) dalam M, Rahmansyah (2013) mengemukakan bahwa dimensi green marketing, dengan mengintegrasikan
lingkungan ke dalam semua aspek pemasaran pengembangan produk baru (green product) dan komunikasi (green communication).
Polonsky (1994) dalam M, Rahmansyah
(2013) pentingnya green marketing
yaitu mengacu pada prinsip ekonomi yang menyatakan bahwa ekonomi adalah salah
satu bentuk pembelajaran seseorang dalam mencoba memuaskan keinginan yang tak
terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Menurut Polonsky (1994), dalam M,
Rahmansyah (2013), bahwa kita memiliki keterbatasan sumber daya di bumi dengan
keinginan yang tidak terbatas dari dunia, sehingga jika diaplikasikan dalam
perusahaan green marketing dapat
dilihat sebagai aktivitas pemasaran dengan memanfaatkan sumber daya yang
terbatas untuk memenuhi kepuasan konsumen dan keinginan sehinggan dapat
mencapai tujuan penjualan perusahaan.
Comments