Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pasar yang besar serta salah satu dari dua puluh kekuatan ekonomi besar dunia (G20). Sebagai negara berkembang, Indonesia memerlukan investasi untuk mengembangkan kekuatan ekonomi yang didukung dengan kebijakan stratgis. Kebijakan pegelolaan sector keuangan negara menjadi bagian penentu percepatan laju pertumbuhan ekonomi Negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa bulan terakhir keuangan Negara menjadi sorotan utama beberapa ekonom, alasannya tidak lain karena utang luar negeri naik mencapai 4.000 triliun, "Peningkatan utang terus berlanjut hingga APBN 2018 bulan Februari menembus angka Rp 4.034,8 triliun dan pada APBN 2018 mencapai Rp 4.772 triliun," INDEF (kompas.com). kondisi ini kemudian menimbulkan perdebatan berbagai kalangan (politisi, ekonomi dan masyarakat) sendiri. Maka dari itu penulis tergerak untuk sekedar memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap utang luar negeri yang naik ?...
Kinerja
Kinerja
berasal dari kata job performance
atau actual performance yang bearati
prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang. Kinerja
atau prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang
dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. Performance
atau kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau
kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawab
masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara
legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika (Sedarmayanti,
2003).
Kinerja
secara sederhana adalah prestasi kerja atau hasil pelaksana kerja. Istilah
kinerja berasal dari kata “performance”, sedangkan
pengukuran kinerja disebut dengan
“performance measurement”. Kinerja atau performance adalah catatan hasil autcomes yang dihasilkan dari fungsi
suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu selama satu periode waktu tertentu. Sedangkan
pengukuran kinerja adalah sebagai suatu metode untuk menilai kemajuan atau
hasil yang telah dicapai dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Berpijak dari pengertian tersebut di
atas dapat dikatakan bahwa pada dasarnya kinerja adalah hasil capaian atau
prestasi kerja yang diperoleh oleh suatu organisasi dalam rangka mencapai
tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dan disepakati bersama dalam kurun
waktu tertentu (Bernandin Russel, 1999).
Menurut
Robbins, 2006 untuk mengukur indikator kinerja karyawan secara individu ada
empat indikator, yaitu :
1. Kualitas
Kualitas kerja
diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta
kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.
2. Kuantitas
Kuantitas merupakan
jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah siklus aktivitas
yang diselesaikan.
3. Ketepatan
waktu
Ketepatan waktu
merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan,
dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu
yang tersedia untuk aktivitas lain.
4. Efektifitas
Efektifitas
merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi,
bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam
penggunaan sumber daya alam.
Comments