Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pasar yang besar serta salah satu dari dua puluh kekuatan ekonomi besar dunia (G20). Sebagai negara berkembang, Indonesia memerlukan investasi untuk mengembangkan kekuatan ekonomi yang didukung dengan kebijakan stratgis. Kebijakan pegelolaan sector keuangan negara menjadi bagian penentu percepatan laju pertumbuhan ekonomi Negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa bulan terakhir keuangan Negara menjadi sorotan utama beberapa ekonom, alasannya tidak lain karena utang luar negeri naik mencapai 4.000 triliun, "Peningkatan utang terus berlanjut hingga APBN 2018 bulan Februari menembus angka Rp 4.034,8 triliun dan pada APBN 2018 mencapai Rp 4.772 triliun," INDEF (kompas.com). kondisi ini kemudian menimbulkan perdebatan berbagai kalangan (politisi, ekonomi dan masyarakat) sendiri. Maka dari itu penulis tergerak untuk sekedar memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap utang luar negeri yang naik ?...
Kualitas
Layanan
Menurut
keputusan Men.PAN Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang pedoman umum penyelenggara
pelayanan publik, kualitas pelayanan yaitu kepastian prosedur, waktu, dan
pembiyaan yang transparansi dan akuntable
yang harus dilaksanakan secara utuh oleh setiap instansi unit pelayanan
instansi pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsinya secara menyeluruh.
Penyempurnaan definisi pelayanan publik menurut KEP/25 M.PAN/2/2004 yaitu
segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan publik sehingga upaya pemenuhan
kebutuhan penerimaan pelayanan maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Terdapat
lima dimensi kualitas pelayanan menurut Parasuraman dalam Lupiyoadi (2001),
yaitu:
1. Tangibles,
atau bukti fisik yaitu kemampuan perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya
kepada pihak eksternal. Yang dimaksud bahwa penampilan dan kemampuan sarana dan
prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata
dan pelayanan yang diberikan.
2. Reliability,
atau keandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai
yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
3. Responsiveness,
atau ketanggapan yaitu suatu keamanan untuk membantu dan memberikan pelayanan
yang cepat dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas.
4. Assurance,
atau jaminan dan kepastian yaitu pengetahuan, kesopan santunan, dan kemampuan
para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada
perusahaan. Terdiiri dari beberapa komponen antara lain konumikasi,
kredibilitas, keamanan, kompetensi, dan sopan santun
5. Empathy,
yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang
diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan pelanggan.
Comments