Skip to main content

Ber-Utang untuk Pembangunan Negeriku, Benarkah Aku ?

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pasar yang besar serta salah satu dari dua puluh kekuatan ekonomi besar dunia (G20). Sebagai negara berkembang, Indonesia memerlukan investasi untuk mengembangkan kekuatan ekonomi yang didukung dengan kebijakan stratgis. Kebijakan pegelolaan sector keuangan negara menjadi bagian penentu percepatan laju pertumbuhan ekonomi Negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa bulan terakhir keuangan Negara menjadi sorotan utama beberapa ekonom, alasannya tidak lain karena utang luar negeri naik mencapai 4.000 triliun, "Peningkatan utang terus berlanjut hingga APBN 2018 bulan Februari menembus angka Rp 4.034,8 triliun dan pada APBN 2018 mencapai Rp 4.772 triliun," INDEF (kompas.com). kondisi ini kemudian menimbulkan perdebatan berbagai kalangan (politisi, ekonomi dan masyarakat) sendiri. Maka dari itu penulis tergerak untuk sekedar memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap utang luar negeri yang naik ?...

Reposisi HMI Kekinian

Reposisi HMI Kekinian
Oleh : Wiwin Saputra
       A.      Pendahuluan
Himpunan mahasiswa islam merupakan salah satu organisasi tertua di indonesia, sudah setengah abad lebih sejak kemerdekaan indonesia HMI muncul kepermukaan sebagai greakan pembaharu kalangan pemuda islam. Sosok lafran pane menjadi kunci tetap bertahannya HMI sampai sekarang ini dengan cita cita yang tertuang sejak awal di tubuh HMI yang memperioritaskan masalah kebangsaaan dan ke islaman. Selama perjalanan pertumbuhannya, HMI mengalami pasang surut permasalahan mulai dari melawan penjajahan sampai dengan pergolakan pemikiran yang tak kunjung meredah. Hal ini membuat kader HMI sendiri mempunyai cara pandang yang majemuk terhadap HMI itu sendiri. Cara pandang yang berbeda itu lah memunculkan gesekan sesama kader HMI.
Tidak bisa di pungkiri HMI menjadi primadona bagi kaum intelektual muslim pada Zamannya karena HMI berhasil mencetak atau menjadi emberio baru lahirnya cendikiawan cendikiawan muslim indonesia. Terbukti dengan lahirnya sosok perumusan dasar gerakan ke islaman HMI, Nucholis Madjid (Cak Nur) dengan Nilai dasar perjuangan yang di kukuhkan dalam tubuh HMI, sehingga kader HMI punya pandangan gerakan, punya dasar ideologi dalam mewujudkan cita cita yang awal. Kondisi ini menjadi kejayaan HMI karena berhasil membentuk suatu pandangan sendiri mengenai persoalan kebangsaan terlebih lagi persoalan ke islaman. HMI secara mandiri telah menemukan sebuah identitas baru dan universal intelektual, munculnya mazhab HMI misalnya menjadi suatu pandangan teologis HMI terhadap islam tentu dengan tujuan persatuan. HMI berhasi menjadi wadah untuk mengumpulkan intelektual muslim yang ada dengan konsep nilai dasar perjuangannya. Kata HIMPUNAN seakan menjadi makna yang nyata berhasil menyatukan aliran pemikiran ke islaman dan ke indonesiaan yang ada.
Dengan adanya konsep pemersatu tersebut dalam HMI diharapkan kader terus meningkatkan kualitas berikut dengan kuantitas yang ada. Tetapi sepeninggal tokoh pemerkarsa Lafran Pane berikut Nucholis Madjid ternyata ada kesenjangan, HMI tidak mencetak para cendikiawan yang punya gagasan pembaharu lagi. HMI mulai kehilangan kharismatiknya hanya sebagian mahasiswa saja yang ingin masuk HMI. Hal ini kemudian rujukan perhatian bagi tokoh tokoh HMI apa sebenarnya masalahnya ? masih relevan kah HMI pada masa kekinian ?
B.       Kondisi Mahasiswa di Perguruan Tinggi
Aktivitas-aktivitas mahasiswa selain membaca, menulis, berdiskusi dan melakukan penelitian atau kajian-kajian ilmiah, mahasiswa juga berkewajiban mengabdikan diri pada masyarakat. Artinya aktivitas mahasiswa tidak terbatas pada lingkup kampus saja , namun lebih dari pada itu mahasiswa dituntut memanifestasikan dan mencurahkan intelektualnya kepada lingkungan masyarakat, sehingga dapat ditarik darinya manfa’at demi terselenggaranya pembangunan manusia seutuhnya dalam berbangsa dan bernegara dan terus melakukan pergerakan menuju arah perbaikan baik secara struktural maupun kultural.
Mahasiswa adalah elemen unik yang hadir di tengah masyarakat. Kehadirannya yang senantiasa diwarnai kekritisannya dalam merespon isu-isu yang berkembang di masyarakat membuat mahasiswa memiliki peran strategis. Sikap kritis tersebut bukanlah hal instan yang muncul begitu saja dari kepribadian seseorang. Sikap kritis dibangun melalui sebuah proses panjang yang berkesinambungan dimana seseorang belajar. Organisasi merupakan salah satu gerbang pembelajaran tersebut.
Karena itulah Mahasiswa dan Organisasi adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan karena mahasiswa membutuhkan wadah untuk mengembangkan intelektualnya, menyalurkan ide dan aspirasinya, fasilitas dalam pergerakannya dan sarana dalam berinteraktif, berkomunikasi dengan komunitasnya dan masyarakat baik intra maupun ekstra kampus. Disini mahasiswa akan menuangkan segala pemikiran dan merealisasikannya sebagai proses pembelajaran intelektual dan keilmuan yang telah dimilikinya..
Dewasa ini eksistensi HMI terus diuji kemampuannya. Antusiasme mahasiswa sebagai calon kader menunjukkan penurunan yang signifikan. Era tahun 1990-an, tepatnya pasca reformasi tahun 1998 HMI terasa mengalami kemunduran serius baik dari sisi kualitatif maupun kuantitatif. Citra populis yang pernah melekat pada pundak HMI bergeser menjadi elitis, politis, bahkan cenderung hedonis. Pemikiran-pemikiran khas HMI dalam merespon isu-isu keumatan, keIslaman, dan kebangsaan boleh dikata sering absen mewarnai publik. Pada sisi kuantitatif, komisariat yang merupakan lumbung kader sekaligus ujung tombak perjuangan organisasi, terutama di kampus-kampus besar di wilayah Jawa secara populatif mengalami penurunan serius. Termasuk juga mahasiswa yang ada di daerah kalimantan khususnya Tarakan yang mengalami penurunan secara kuantitas.
Permasalahan mengenai Kemunduran HMI ini sendiri semakin nyata tatkala munculnya buku yang berjudul “44 Indikator Kemunduran HMI” yang ditulis oleh Sejarawan HMI kanda Prof.Agus Salim Sitompul. Buku ini memaparkan kegelisahan beliau yang muncul dari perjalanan yang beliau lakukan dalam mengisi Latihan Kader HMI di seluruh pelosok Nusantara.
Semakin sedikitnya minat mahasiswa untuk berkecimpung dalam HMI menjadi sorotan serius. Dalam suatu kesempatan diskusi Kanda Agus Salim Sitompul berkata dengan keras, “Kalau tidak ada mahasiswa lagi yang tertarik masuk HMI , bagaimana organisasi ini akan berjalan?”. HMI sudah tidak memperhatikan “Student Need” dan “Student Interest” sehingga mahasiswa menjadi tidak tertarik terhadap HMI bahkan lebih memilih organisasi lainnya untuk menempa dirinya. Buku yang beliau tulis adalah suatu kritikan krusial penuh dengan harapan bahwa permasalahan yang ada harus segeraa dicarikan jalan keluarnya.
C.       Upaya Restorasi HMI
Untuk membuat HMI kembali mendapatkan hati mahasiswa kekinian HMI harusnya melakukan upaya perbaikan secara internal mulai dari cara kita memahami misi HMI makna yang terkandung dalam mission bukan sekedar menghafal tapi tanpa dimaknai dalam aplikasi kadernya. Penguatan masalah Nilai Dasar Perjuangan yang kemudian juga menjadi dua versi yang secara tidak langsung mengubah cara laku kadernya. Nilai Dasar Perjuangan hanya menjadi sekedar teks saja karena kadernya sendiri kurang memahami mengapa NDP harus ada di HMI dan untuk siapa.
Bagaimana dengan Intelektual kader HMI? HMI selama ini dikenal dengan tradisi intelektual yang sangat peka dan kuat, karena tradisi intelektual anggota HMI adalah Budaya Membaca. Sampai-sampai karakter yang muncul adalah sendiri membaca, berdua berdiskusi dan bertiga melakukan aksi. Dimana kebiasaan ini sekarang? Jika kita tergolong dalam kaum intelektual. Sudah sepatutnya kita mengembalikan budaya membaca mulai dari diri kita sendiri sebagai kader HMI yang progresif, sehingga reputasi tradisi intelektual HMI baik tingkat lokal, regional bahkan internasional menjadi bukti nyata bukan sebatas sejarah masa lalu. Kader HMI harus menunjukan kualitas intelektualnya, semangat belajar perlu ditingkatkan (jangan belajar korupsi ya…), mampu menciptakan idea atau gagasan sehingga terhindar dari kemiskinan intelektual. Oleh sebab itu, komisariat merupakan mesin pencetak kader-kader HMI berkualitas, perlu mengadakan program-program untuk pembinaan dan peningkatan kualitas keilmuan setiap kader HMI.
Sumber :





Comments

Popular posts from this blog

Definisi Pemasaran

    Definisi Pemasaran Pemasaran merupakan suatu fungsi bisnis yang memegang peranan penting dalam perusahaan. Bidang pemasaran berupaya untuk mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi sekarang dengan menentukan pasar sasaran dan membuat program untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pada pasar sasaran tersebut. Menurut (Kotler, 2003) manajemen pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,menawarkan, dan mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Menurut (Swasta, 2000) pemasaran adalah suatu sistem total daripada aktivitas perdagangan yang saling mempengaruhi yang ditunjukkan untuk membuat rencana, menetapkan harga, meningkatkan volume penjualan serta mendistribusikan produk supaya memuaskan jasa untuk pelanggan. (Rangkuti, 2002) pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, p...

AD KM FEB UGM

­­ ANGGARAN DASAR KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI KA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA (AD KM FE B U GM ) PEMBUKAAN Mahasiswa sebagai bagian dari bangsa Indonesia berkewajiban mengisi kemerdekaan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan hati nurani rakyat yang mencita-citakan terlaksananya kebenaran, keadilan sosial, kesejahteraan umum serta kedaulatan rakyat yang berasaskan Pancasila.           Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada sebagai bagian dari rakyat menyadari hak dan kewajiban, posisi, peran, dan cita-citanya dalam dharma baktinya kepada tanah air, bangsa, dan almamater dengan cara belajar, bekerja, berkarya, dan berjuang.           Atas dasar inilah dan sesuai dengan kemurnian hati, kedaulatan, dan kebersamaan mahasiswa serta kebebasan akademik dan intelektual yang berkesusilaan dan berkemanusiaan, maka seluruh mahas...

Pemikir Pemikir Politik HMI

Pemikir Pemikir Politik HMI Diantara banyaknya pemikiran HMI tentang berbagai  bidang kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, maka pemikiran politik sebenarnya adalah sesuatu yang paling menarik. HMI connection sebagai wacana politik yang pertama kali dilontarkan sejumlah politisi partai kebangkitan bangsa (PKB) dan pendukung mantan presiden Abdurahman Wahid (Gus dur) sekitar tahun 2000. Ketua Umum PB HMI, M. Fakhruddin yang memainkan peran sebagai oposisi kekuasan Gus dur, dipandang sebagai turunan sikap politik HMI Connection. Pasca pembaharuan sistem perkaderan dan lahirnya Nilai Dasar Perjuangan (NDP) tahun 1969 mendorong semakin kuatnya partisipasi politik HMI. NDP sudah dimulai dianggap sebagai “ideologi politik” yang mengubah orientasi dari orientasi pemikiran ke-islaman kepada pemikiran politik kenegaraan. Konstruksi pemikiran NDP juga secara tidak langsung merupakan dampak deal politik (perjanjian politik) antara Dahlan Ranuwiraharjo (senior HMI) dengan presiden...