Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pasar yang besar serta salah satu dari dua puluh kekuatan ekonomi besar dunia (G20). Sebagai negara berkembang, Indonesia memerlukan investasi untuk mengembangkan kekuatan ekonomi yang didukung dengan kebijakan stratgis. Kebijakan pegelolaan sector keuangan negara menjadi bagian penentu percepatan laju pertumbuhan ekonomi Negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa bulan terakhir keuangan Negara menjadi sorotan utama beberapa ekonom, alasannya tidak lain karena utang luar negeri naik mencapai 4.000 triliun, "Peningkatan utang terus berlanjut hingga APBN 2018 bulan Februari menembus angka Rp 4.034,8 triliun dan pada APBN 2018 mencapai Rp 4.772 triliun," INDEF (kompas.com). kondisi ini kemudian menimbulkan perdebatan berbagai kalangan (politisi, ekonomi dan masyarakat) sendiri. Maka dari itu penulis tergerak untuk sekedar memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap utang luar negeri yang naik ?...
Pengertian Desain Riset
Desain
Riset adalah kerangka atau frame work untuk mengadakan penelitian ( misalnya :
marketing resech project ). Yang dimana didalamnya tercakup penjelasan secara
rinci mengenai Tipe Desain Riset yang memauat prosedur yang sangat dibuutuhkan
dalam upaya memperoleh informasi untuk mengolah data yang ada dalam rangka
memecahkan masalah. Jenis-jenis Desain Riset
Jenis-Jenis Desain Riset
1.
Desain Eksploratori
Desain yang berusaha mencari ide-ide atau hubunhan-hubungan yang baru sehingga dapat dikatakan bahwa desain ini bertitik tolak dari variabel, bukan dri fakta.
2. Desain Deskriptif
Desain ini bertujuan untuk menguraikan sifat atau karkeristik fenomena tertentu. Penelitian ini kurang memerlukan teorisasi dan hipotesis sehingga dapat bekerja pada satu variabel saja.
3. Desain Kausal
Desain kausal berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Desain yang berusaha mencari ide-ide atau hubunhan-hubungan yang baru sehingga dapat dikatakan bahwa desain ini bertitik tolak dari variabel, bukan dri fakta.
2. Desain Deskriptif
Desain ini bertujuan untuk menguraikan sifat atau karkeristik fenomena tertentu. Penelitian ini kurang memerlukan teorisasi dan hipotesis sehingga dapat bekerja pada satu variabel saja.
3. Desain Kausal
Desain kausal berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
KLASIFIKASI RANCANGAN RISET RANCANGAN RISET
EKSPLORASI, DESKRIPTIF, DAN SEBAB-AKIBAT EKSPLORASI
EKSPLORASI
|
DESKRITIF
|
SEBAB-AKIBAT EKSPLORASI
|
|
TUJUAN
|
Mencari wawasan dan gagasan
|
Menjelaskan karakteristik atau fungsi
|
Menentukan hubungan sebab-akibat
|
KARAKTERISTIK
|
Luwes, rumit, menghasilkan rancangan riset akhir
|
Didahului oleh perumusan hipotesis dan rancangan
riset terstruktur
|
Manipulasi satu atau lebih peubah
|
METODE
|
Penjajagan ahli, percobaan, riset kualitatif, data
sekunder
|
sekunder Data sekunder, survey, Observasi
|
Eksperimen
|
RISET EKSPLORATORI
Tujuan riset
eksploratori adalah untuk menjajagi atau membedah suatu masalah secara
menyeluruh dengan teliti untuk memperoleh wawasan (insights) dan pemahaman
(understanding)
1. Beberapa manfaat eksplorasi
Merumuskan atau membuat batasan masalah secara lebih tepat dan rinci
2. Mengidenifikasi alternatif arah
tindakan
3. Merumuskan hipotesis
4. Mengisolasi peubah kunci dan saling
hubungannya untuk penyelidikan lebih lanjut
5. Memperoleh gagasan untuk
mengembangkan pendekatan terhadap masalah Membuat prioritas untuk penelitian
selanjutnya
RISET DESKRIPTIF
Tujuan riset deskriptif adalah menjelaskan suatu topik yang biasanya berupa fungsi atau karakteristik pasar Menjelaskan karakteristik kelompok tertentu misalnya konsumen, wiraniaga (salespeople), organisasi, dan area pasar. Misalnya riset untuk menentukan profil konsumen berat (heavy buyer) dari adipasar tertentu Estimasi persentase populasi tertentu dengan perilaku belanja tertentu Menentukan persepsi terhadap karakteristik produk Menentukan hubungan peubah perilaku belanja misalnya belanja sambil makan di luar rumah Membuat prediksi yang spesifik misalnya prediksi belanja pada adipasar tertentu pada daerah tertentu
RANCANGAN SEKSI SILANG DAN JAMAK SEKSI
1. Tipe rancangan riset yang meliputi
pengumpulan informasi dari sembarang unsur populasi yang dilakukan hanya sekali
saja.
2. Rancangan seksi silang tunggal
adalah tipe rancangan di mana hanya satu responden yang ditarik dari populasi
target dan informasi dikumpulkan hanya dari responden itu dan dilakukan sekali
saja.
3. Rancangan seksi silang jamak adalah
tipe rancangan di mana hanya dua atau lebih responden yang ditarik dari
populasi target dan informasi dikumpulkan hanya sekali saja dari tiap responden
itu
4. Analisis kohort adalah tipe
rancangan seksi silang jamak yang terdiri atas satu seri survey yang dilakukan
pada interval waktu tertentu. Kohort merupakan kelompok responden yang
mempunyai pengalaman yang sama pada interval waktu yang sama
RANCANGAN RISET JANGKA PANJANG (LONGITUDINAL RESEARCH
DESIGN)
Tipe
rancangan riset yang menyangkut responden tertentu dari elemen populasi yang
dihitung berulang-ulang. responden tetap sama sepanjang penelitian sehingga
dapat memberikan gambaran yang mencerminkan ilustrasi suatu situasi dan
perubahannya secara jelas sepanjang jangka waktu penelelitian.
PANEL
Panel,
yang acap disamakan dengan longitudinal, adalah responden biasanya rumah tangga
yang mau memberikan informasi untuk rentang waktu tertentu dalam periode waktu
berkelanjutan. Perusahaan sindikasi mempertahankan panel dan anggota panel
diberikan imbalan atas partisipasi mereka berupa hadiah, kupon, informasi, atau
uang tunai. Contoh panel adalah rancangan yang dibuat untuk mengetahui
perubahan sikap wanita terhadap kegiatan atau acara tertentu.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN RANCANGAN LONGITUDINAL DAN
RANCANGAN SEKSI SILANG KRITERIA EVALUASI RANCANGAN SEKSI-SILANG RANCANGAN
LONGITUDINAL
RISET SEBAB AKIBAT
1. Tipe riset inferensi dengan tujuan
untuk memperoleh kenyataan yang hubungannya bersifat sebab-akibat.
2. Untuk mengetahui peubah yang menjadi
penyebab (independent variable) dan peubah akibat (dependent variable) dari
suatu fenomena.
3. Untuk menentukan sifat atau hakikat
hubungan antara peubah penyebab dan peubah yang akibatnya akan dibuat
prediksinya.
HUBUNGAN ANTARA RISET EKSPLORATORI, DESKRIPTIF DAN
SEBAB AKIBAT
1. Jika hanya sedikit informasi yang
diketahui tentang masalah yang akan diteliti, riset eksploratori dilakukan
sebagai perintis untuk dapat merinci situasi masalah, membuat arah dan
langkah-langkah selanjutnya.
2. Riset eksploratori umumnya diikuti
oleh riset deskriptif atau riset sebab akibat.
3. Tidak selamanya riset dimulai dengan
riset eksploratori karena hakikat riset tergantung dari situasi yang
dihadapi.Riset kepuasan konsumen yang dilakukan tiap tahun misalnya tidak perlu
dimulai dengan riset eksploratori.
4. Riset eksploratori dapat membantu
pemahaman riset deskriptif atau riset sebab-akibat. Riset tentang penentuan
harga yang dihasilkan oleh riset sebab-akibat atau disekriptif sukar dipahami
oleh para manajer sehingga pemahamnya perlu dibantu dengan riset eksplorasi.

Comments