Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pasar yang besar serta salah satu dari dua puluh kekuatan ekonomi besar dunia (G20). Sebagai negara berkembang, Indonesia memerlukan investasi untuk mengembangkan kekuatan ekonomi yang didukung dengan kebijakan stratgis. Kebijakan pegelolaan sector keuangan negara menjadi bagian penentu percepatan laju pertumbuhan ekonomi Negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa bulan terakhir keuangan Negara menjadi sorotan utama beberapa ekonom, alasannya tidak lain karena utang luar negeri naik mencapai 4.000 triliun, "Peningkatan utang terus berlanjut hingga APBN 2018 bulan Februari menembus angka Rp 4.034,8 triliun dan pada APBN 2018 mencapai Rp 4.772 triliun," INDEF (kompas.com). kondisi ini kemudian menimbulkan perdebatan berbagai kalangan (politisi, ekonomi dan masyarakat) sendiri. Maka dari itu penulis tergerak untuk sekedar memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap utang luar negeri yang naik ?...
Sejak berdiri pada tahun 1947, HMI melewati lima zaman yang watak dan tantangannya berbeda dan sudah terkristal dalam citra, budaya, network, dan sistem HMI seperti sekarang ini. walaupun melewati zaman itu, normal, dan krisis cita-cita HMI ternyata tetap seperti ketika ia lahir yaitu : 1. Mempertahankan proklamasi kemerdekaan NKRI 2. Menegakkan syiar islam sebagai rahmatan lilalamin Dengan cita-cita itu, panglima besar jenderal sudirman pernah mengatakan HMI bukan saja berarti Himpunan Mahasiswa Islam tetapi juga sebagai Harapan Masyarakat Indonesia. Cita-cita itu dirumuskan dalam tujuan HMI yang berlaku hingga sekarang yaitu “terbinanya insan akademis pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang dirdhoi allah SWT”. Secara sederhana, ada lima zaman yang menggambarkan HMI telah melewati banyak tantangan yaitu : a. Era Kemerdekaan, b. Era Demokrasi Perle...